KIAMAT MUNCUL SILIH BERGANTI DEMIKIAN PULA PERADABAN MUNCUL DAN LENYAP SILIH BERGANTI


I. KONSEP WAKTU MENURUT SAIN MODERN
1. Menurut sain modern, waktu bergerak ke depan secara linear (garis lurus). Ia berawal sejak terjadi “Big Bang” yang menjadi sebab adanya alam dunia.
2. Berdasarkan konsep ini, maka kehidupan bermula dari makhluk-makhluk hidup sederhana ber-sel satu yang muncul dari senyawa kimiawi awal (primordial chemical soup) unsur-unsur materi alam fana.
3. Melalui proses evolusi selama jutaan tahun, makhluk-makhluk sederhana itu berubah menjadi ber-aneka jenis makhluk yang dikenal sekarang.
4. Mengenai makhluk manusia, dikatakan ia ber-asal dari monyet yang berturut-turut ber-evolusi menjadi makhluk-makluk sebagaimana tercantum pada daftar dibawah ini.

Jadi menurut sain modern, peradaban manusia baru mulai berkembang sejak 40.000 th. yl. Dikatakan bahwa sebelum masa itu tidak ada manusia ber-adab hidup di muka Bhumi.

II. KONSEP WAKTU MENURUT VEDA
1. Menurut Veda, sang waktu bergerak ke depan secara spiral atau bersiklus dengan pola sama sejak Brahma lahir diatas bunga Padma yang tumbuh dari pusar Visnu.
2. Ini berarti secara periodik pola dan suasana kehidupan serupa ter-jadi berulang- kali dalam perjalanan sang waktu sejak alam material tercipta.
3. Ada 4 (empat) siklus masa (jaman) atau Yuga yang datang dan berlalu silih berganti bagaikan pergantian empat musim dalam perjalanan sang waktu sampai saat pralaya (kiamat) alam material kelak.
4. Jadi menurut Veda, peradaban manusia muncul dan lenyap berulang-kali dalam perjalanan sang waktu sejak alam material tercipta. Dikatakan bahwa peradaban manusia pada masa Kali-Yuga sekarang adalah peradaban ter-kasar, ter-rendah dan ter-kebelakang karena dilandasi kesadaran yang didominasi sifat alam rajas (kenafsuan) dan tamas (kegelapan).
5. Dengan kata lain, peradaban manusia modern Kali-Yuga sekarang adalah peradaban paling rendah karena berpondasi avidya, kegelapan spiritual. Manusia beranggapan bahwa materi adalah asal-mula segala sesuatu dan juga sumber kebahagiaan.

BUKTI-BUKTI PERJALANAN BER-SIKLUS SANG WAKTU

BUKTI SEJARAH

1. Semua suku bangsa kuno (China, Persia, Mesir, India, Yunani dan sukusuku Indian Inca, Aztek dan Maya, dsb) menyatakan bahwa perjalanan sang waktu ber-siklus. Plato dan Aristoteles berkata bahwa peradaban manusia telah muncul dan lenyap berkali-kali dimasa silam dalam perjalanan sang waktu.
2. Dalam bukunya berjudul “Critias”, Plato mengutip kata-kata seorang pandita Mesir kepada Solon, “Banyak peradaban telah lenyap dimasa lalu, dan nanti akan terjadi lagi kehancuran peradaban manusia karena berbagai sebab”.
3. Menurut Veda, peradaban manusia hancur karena sifat rajas (kenafsuan) dan tamas (kegelapan) mendominasi kesadaran penduduk sehingga mereka berperangai buruk dan jahat (asuri-sampad).
4. Akibatnya, kegiatan pemuasan indriya mereka yang berlebih-lebihan merusak Bhumi tempat tinggalnya sendiri. Mereka saling bermusuhan dan berkelahi (berperang) dalam ikhtiarnya menikmati kesenangan duniawi sepuas- puasnya.

BUKTI PISIK

1. Beraneka-macam sisa peninggalan (bangunan, patung, dll) purba ditemukan diberbagai tempat di muka Bhumi. Semuanya adalah bukti bahwa manusia beradab telah pernah hidup di Bhu mi ratusan ribu dan bahkan jutaan tahun yang lalu.
2. Berbagai jenis fossil makhluk hidup dan perkakas karya manusia berusia ratusan ribu dan bahkan jutaan tahun di-temukan dalam penggalian fossil diberbagai tempat di Bhumi.
3. Bukti-bukti pisik ini secara rinci disajikan pada bagian IV.5 dan dibahas pada bagian-bagian selanjutnya.

Mau Ebook ini? download disini!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: