Dilumpuhkan Karena Bau Badan,Nyawa Melayang

BANDA ACEH (SuaraMedia News) – Penyergapan mobil L300 di Leupung, Aceh Besar, berakhir dengan kontak senjata yang menewaskan dua orang terduga teroris. Kecurigaan petugas itu ternyata berasal dari bau tak sedap dari dalam mobil.

Seperti diberitakan oleh tvOne dari Banda Aceh, Sabtu 13 Maret 2010, bau tak sedap itu berasal dari dalam mobil saat polisi hendak merazia mobil hitam mencurigakan itu.

Bau tak sedap itu seperti aroma orang yang sudah lama tidak mandi. Baunya seperti bau badan. Petugas curiga. Tak berapa lama polisi pun mendekati mobil berplat nomor BK 1116 GU itu.

Razia itu berjarak sekitar dua kilometer dari Banda Aceh. Saat diinterogasi petugas, seorang penumpang mengatakan mobil itu hendak menuju Meulaboh.

Setelah diperiksa, polisi menemukan sebuah karung goni. Karung mencurigakan itu pun dibuka dan ketika dilihat hasilnya cukup mengejutkan. Ada beberapa pucuk senjata dan amunisi.

Polisi langsung bersiaga, dua penumpang di depan langsung lompat, menodong, dan menjauh dari polisi. Lalu terjadilah kontak senjata. Dua orang tewas, dan delapan orang di dalam mobil dibekuk. Dua orang yang tewas itu warga dari luar Aceh, yakni dari Bandung dan Lampung.

Para terduga ini menjawab mereka pekerja yang membawa chainsaw sehingga tidak menimbulkan kecurigaan. Satu dari sepuluh orang, yakni Abu Baro diduga warga Aceh. Namun polisi masih meneliti lebih jauh.

Seperti disampaikan Kapolda Nanggroe Aceh Darussalam, Inspektur Jenderal Adityawarman, dalam jumpa pers di markasnya, Banda Aceh, semalam.

Informasi adanya mobil L300 mencurigakan itu berasal dari pengepungan lokasi latihan teroris di Aceh Besar, yang menewaskan tiga polisi dan menahan 21 tersangka teroris.

Sebelumnya, operasi penyergapan pada Kamis 4 Maret 2010 gagal membekuk seluruh terduga teroris yang sedang menjalankan latihan militer di Aceh Besar. Bahkan tiga personel polisi tewas dalam operasi itu.

Sebagian kemudian berhasil menghindar kontak dengan aparat. Dan hari ini, kepolisian menerima informasi dari Komando Rayon Militer Leupung, Aceh Besar.

“Koramil dalam hal ini mungkin mendapatkan informasi dari masyarakat yang melihat orang itu turun dari Lampagu, Kecamatan Kuta Cot Glie, dan mereka laporkan kepada Pak Geuchiknya di situ dan itu yang  diteruskan mungkin kepada anggota Koramil Leupung tadi,” kata Kepala Kepolisian Daerah Nanggroe Aceh Darussalam, Inspektur Jenderal Adityawarman, dalam jumpa pers di markasnya, Banda Aceh.

Informasi itu adalah, ada sejumlah orang bukan Aceh yang menyewa mobil pick up L300 berplat BK 1116 GU berwarna hitam dari Lambaro, dua kilometer dari Banda Aceh, hendak menuju Meulaboh. Koramil lalu menginformasikan itu ke Polres Aceh Besar. Lalu Kepolisian mengkoordinasikan semua kantor Polsek di sekitar wilayah yang akan dilewati mobil tersebut.

Setiap Polsek lalu melakukan razia kendaraan yang lewat di jalan raya menghubungkan Banda Aceh dengan Meulaboh. Salah satu yang melakukan razia adalah Polsel Leupung, Aceh Besar.

“Jadi pada saat itu ada kecerdikan juga dari anggota itu, dia tahu mau menangkap mobil L-300, mereka sembunyi melihat dari jauh kemudian baru disergap sehingga tidak ada kesempatan orang di belakang itu untuk lari,” kata Adityawarman.

Namun penumpang yang di depan sempat keluar. Dia sempat menembak dua kali. Namun tembakannya meleset dan justru balasan dari aparat polisi yang kemudian berhasil menembaknya. Dua orang di antara kawanan itu terluka akibat tembakan. Sementara delapan lagi menyerahkan diri.

“Kami mengucap syukur pada Tuhan yang maha kuasa,” kata Adityawarman. Bersyukur karena personel polisi yang hanya berjumlah delapan orang namun sukses membekuk 10 orang.

Satu dari sepuluh orang, yakni Abu Baro diduga warga Aceh. Namun polisi masih meneliti lebih jauh.

Sementara “sopirnya Zakiruddin kami sedang periksa, asal Bireun kalau nggak salah itu,” kata Adityawarman. Zakiruddin sementara diketahui hanya disuruh menyetir mobil ke Meulaboh.

Para terduga teroris ini bukan langsung membayar ke sopir itu tapi di loket. Mereka membayar masing-masing Rp 120 ribu perorang. “Jadi dia setuju sehingga berangkat mereka,” kata Aditya. Ketika ditanya Zakiruddin pekerjaan mereka, para tersangka teroris ini menjawab mereka pekerja yang membawa chainsaw sehingga tidak menimbulkan kecurigaan

Satu Tanggapan

  1. bau badan dapat diatasi dengan efektif dengan sabun kristal, klik link bau badan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: